Jan

Jan,

Aku bercerita tentang kedai kopi yang beberapa kali kusinggahi selepas hujan deras di kota pada malam hari ketika aku terhuyung-huyung membawa kembali cinta yang telah lama berfermentasi enggan dientas karena teringat filosofi tape: semakin lama diperam semakin lezat– yang dulu pernah kau ucapkan kepadaku selepas cintamu ditolak janda muda setahun lalu.

Namanya saja kedai, Jan, kau pasti sudah dapat menebak bahwa aku akan menghindari kursi dekat jendela; karena air hujan, seperti katamu, adalah kesedihan dan kesedihan perlu dikasihani dan dikasihani adalah bantuan sekonyong-konyong yang mengkerdilkan isi kepalamu. Dan aku tidak tersesat sejauh itu.

Kursi single dan meja sudut yang berhadapan dengan meja pesanan menjadi pilihan paling baik malam ini, aku rasa. Bola mataku berjalan kiri-kanan melihat pelayan laki-laki memakai celemek berwarna hitam sedang menyeduh kopi yang asapnya mengepul tipis-tipis itu. Topi kerucut bermotif bintang kecil beraneka warna yang ia kenakan sepintas mengingatkanku pada bungkus kacang goreng yang dijual waktu Pasar Malam; saat itu kau bersikeras memboncengku dengan sepeda tua milik kakekmu yang setiap dikayuh akan berderik karena kau lupa memberikannya pelumas.

Tapi tidak, Jan, pelayan laki-laki yang bolak-balik di depanku ini tidak mengambil perhatian diseparuh lebih lamunanku tentangmu. Paragraf-paragraf yang sudah tersusun baik di kepala mulai kehilangan titik, terus menerus menaruh koma dan tanda tanya seperti ketika aku memilih esensi daripada eksistensi lalu tiba-tiba kau memaksa ada sebuah jalan diantaranya; cinta.

“..bahwa Camus dengan Stranger nya juga berkata hal yang sama, An. Lalu apa maumu sekarang ? kau ingin seperti Ivanova seperti pikiran Dostovesky itu ? atau hidup dalam Ontosoroh ?”, ucap kesal pada wajah kotak dengan kumis tipis yang sangat tidak cocok dengan bibir yang tebal itu serta hidung mancungmu yang ujungnya bengkok. Lalu kau menyeruput pelan kopi di atas meja itu seolah-olah lupa telah membuat ibarat wanita-wanita pramodern itu kepadaku.

Jan,

 

Jogja, 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s