KO

Hujan tidak lagi menarik. Terlebih ketika aku memutuskan untuk menghentikan doa-doa. Tidak lagi meminta untuk dihilangkan pengharapan, dihapuskan kenangan, lalu menjadi gila. Bau tanah selepas hujan tidak lagi menarik. Terlebih ketika aku menunggu kabar tentang tanah-tanah yang akan menjadi nisan dan taburan bunga di dalam keranjang. Sekilas melihat refleksi wajahku pada cermin saat ini membuatku berpikir dalam-dalam bahwa kita tidak akan mati secepat ini; tidak semuda ini; tidak dengan kemiskinan. aku tahu bahwa Tuhan Maha Tahu bahwa ini bukan peperangan, karena kita cuma punya tempurung kepala saja dan aku tidak punya iman. Takdir belum tentu sama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s