Wahyu

menyemarakkan pagi dengan secangkir teh manis hangat amat klise untuk mu, yang semalam tadi mengakhiri pembicaraan tentang dunia tarekat sufi-sufi terdahulu. aku membuatkan sebuah lukisan untukmu. hanya agar kau dapat melihat bagaimana sebuah tarian menjadi manifestasi kepatuhan, kecintaan, penghambaan dengan warna yang sama. pun sama ketika warna biru, kuning, hijau, merah pada sebuah papan bulat lalu kau putar sekuat mungkin sehingga bisa kau lihat semua warna menjadi putih. menjadi satu. menjadi fokus. menjadi ia.

kau tahu aku tidak pernah menggunakan rok mini, sepatu tinggi, gincu merah dan minyak wangi dari asturi melati. dan seperti juga pria-pria berbadan kekar dengan celana khaki, sepatu pantofel hitam dan cincin kawin di jari kiri yang tidak lagi menarik. kau tahu aku melihatmu dalam warna-warna, melalui mata-mata, hati ke hati, rasa menuju rasa. dan akan kuberitahu kepadamu lebih jauh lagi, lebih intim lagi disaat sepertiga dari kalam datang disini. disini, ia yang kuberi nama kasih; wahyu.
Iklan

2 thoughts on “Wahyu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s