Seperti Malam-Malam Kemarin; di Tempat yang Sama

dan kau tetap menunggu langit menghitam seperti sore kemarin, bertanya pada senja, apakah Tuhan akan datang dengan kalam pada sepertiga malam, kata orang-orang. rebahkan diri sejenak, tulang tanpa daging, tawa tanpa suara, ciuman tanpa gairah lalu membentangkan sajadah, debu-debu bergumul menyambut malaikat dan biarkan mereka bertemu mesra dengan tetesan air suci dari ujung pelipis, mendinginkan sengatan siang yang kau dan orang-orang bilang kejam, melepaskan dosa yang dulu tertahan, mengubur legenda munafik yang sempat kau dan orang-orang banggakan. setidaknya ini setimpal. pasrahkan saja keningmu pada tanah toh lambat laun juga akan berbau seperti itu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s