Dus

Satu hal yang bisa kuterima saat ini adalah kakiku yang menolak untuk berkompromi dengan kolonisasi manusia lain ke sebuah planet baru. Sebuah planet yang aku pikir tidak cukup baik memberiku oksigen seperti di bumi. Tanpa persetujuanku, kau turut serta membawa sebagian dariku kesana “mungkin saja aku rindu“, itu katamu.

Apa pentingnya kau dan manusia-manusia yang lain pergi dari bumi ini, kalau disini menawarkan kesenangan hidup lebih dari apapun, kalau kau bisa menikmati champange dan beef steak; kopi dan rokok; youtube dan facebook. Lagipula aku juga tidak pernah melarangmu melakukan itu, bukan ?

Aku memikirkan ini sambil menyisir rambutku yang helaiannya jatuh sepuluh hingga duapuluh tiap kalinya, dan membuat lantai berwarna putih itu tampak kotor. Bukan rambutku yang kotor, tapi paduan hitam-putih kali ini terlihat jorok. Memikirkanmu, membayangkanmu, merasakanmu; sama rasanya.

Kubiarkan kau mengemasi barang-barangmu, mengecup bibirku untuk yang terakhir sebelum kau tau bahwa aku tidak membalasnya dengan gairah. Kubiarkan kau melambaikan tanganmu, menanggalkan sapu tangan bertuliskan namaku pada debu yang saling berebut mengantar kaki perempuanmu menuju kereta itu; dimana sebuah bom kupasang tadi malam.

Bogor, 151114 * mboh lah aku iki bingung arep nulis opo :p *

Iklan

2 thoughts on “Dus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s