Kata-Kata Buta

lain kali, jangan kau ajak aku menemuimu di malam seperti ini. karena sebagian ruh-ku masih berada di sisi meja seberang sana, menulis puisi-puisi yang kukirim kepada diriku sendiri dengan cap basah kecupmu di awal bait. lampu kamar yang redup-redup membuat bayangan hitamku menjadi samar. sesekali ingin kumasuki badanmu sambil membakar kertas-kertas puisi ini di dalamnya sehingga serpihannya yang kecil-kecil itu bisa kau baca dalam tidurmu; menerawang apakah rusuk kirimu baik-baik saja, apakah warna otakmu masih abu-abu.

Jogja, 24914

Iklan

2 thoughts on “Kata-Kata Buta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s