Jiwa-Jiwa diatas Rumput Basah

disaat menjelang senja dan sungai membiaskan warna matahari, aku mulai mencari tempat duduk diatas rumput ini.

menunggu hingga udara mulai dingin dan berkabut. karena dengan itulah aku bisa mencari siapa aku.

apa benar kata orang-orang disekitarku bahwa, sebagian dirimu akan datang ditengah malam. membawa cinta dan ironi tentang kehidupan yang berbeda-beda. bercerita tentang pagi-pagi yang terlewati.

sebagian dari ku akan bercerita tentang bapak-bapak pendorong gerobak sayur melihat dagangannya yang masih penuh hingga siang tiba. ibu kontrakan yang mengomel karena uang sewa telat dibayarkan. pemuda yang menari-nari di pinggir jalan sambil membawa hiasan Mickey Mouse besar dikepalanya. mahasiswa putus asa dan tulisan dalam kertas biru yang tidak juga selesai; masih saja berhenti dalam koma.

ah, pantatku mulai basah karena kabut dirumput ini. kalau aku pindah tempat dan mencari yang lebih kering, aku mungkin kehilangan mereka lagi. kehilangan cerita-cerita pagi. tentang cinta yang tidak terucap karena keburu siang. tentang keluhan yang tertahan karena berpuasa.

benar kata orang-orang disekitarku bahwa, aku ada disini. bersama jiwa-jiwa lain meminta pengampunan. meminta pengasihan. duduk diatas rumput basah.

aku dan aku yang lain, bertemu kembali. merekatkan sela-sela jari, mengajari lutut untuk bersimpuh, menciumi bumi lagi.

Bogor, 15-7-14 (ditulis dalam “Alien Poetry”)

[suara dari tulisan ini dapat didengar di sini] 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s