Imaji

Fuih

lihat betapa mudahnya menghardik datangnya gerimis di siang hari. yang tanpa disangka datang dan begitu saja merubah warna tanah, menjadi lebih pekat. mungkin karena itu, kau mungkin tidak ingat tentang kencan buta dan tangan saling memegang satu sama lain yang tidak akan datang dua kali. sudut pandang ini yang terus menerus menginginkan ruang lebih di pikiran ku. bukan dengan apa-apa atau pun pertanyaan kenapa-kenapa. cuma imajinasi yang harus diberi makan tiap hari. dan mungkin kau tidak tahu apa yang aku maksud, karena kau cuma pengikut

,karena kau cuma bicara

Bogor, 13-7-14

[deklamasi puisi ini dapat didengarkan di sini] 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s