[1] Raa dan Sayydan

Raa sangat mengerti, bahwa mantra yang dirapalnya akan membuat Sayydan tersiksa dan gila.

Amar terus membisikkan nama dewa-dewa Yunani dalam simpuhan tangannya. Sayydan tertawa menggeliat, mengigit-gigit bibir atasnya, badannya tergoncang.

Ssst, sebentar lagi..“. Raa tersenyum. Sayydan mengucap serapahan, tanpa benar tahu kepada siapa itu ditujukan. Raa masih saja tersenyum.

Cinta apa, Sayydan ?“. “Aku tidak berjanji apapun atas nama itu“. “Tidak sekarang, tidak juga dimasa lalu“. Raa menyeringai. Tampak senang.

Sayydan mulai meraba sekeliling. Mengingat garis-garis wajah didepannya.

Aku ingat siapa kita“. Sayydan berhenti tertawa.

Aku bagianmu,dan kau bagianku“. Sayydan berhenti menggeliat. Raa memandang galau. “Sudah terlanjur seperti ini, aku tidak bisa kembali“.

Keduanya terdiam.

Bogor, 17-6-14

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s