Luna

Luna menggerutu kala masa datang tiba-tiba tanpa aral. Menggumamkan sesuatu tentang cahaya. Bola panas berpijar dari dalam perasaan.

Luna terlambat tahu.

Tergesa-gesa berlari sambil tetap mengucap sesuatu tentang air, bumi dan makhluk.

Kunang-kunang berkumpul membentuk jubah membungkus Luna. Mengangkatnya tinggi, dan…BOOM !…dihempaskan ke tanah

Ia lenyap, dan menjadi cahaya“, sambil ditunjuknya satu bentuk jiwa dekat paru-paru

Luna menyumpahi kala tiba-tiba. Menangis terduduk, menciumi bau tanah, melihat jasadnya menguning perlahan-lahan.

Kunang-kunang berebut mengambil cahaya yang keluar dari sana.

Bogor, 17-6-14

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s