Kesialan Pagi

Kekasih yang merangkul di pagi buta, tidak juga membangunkan kesialan hidupku seharian.

Entah kecupan yang tidak hangat, atau selimut ini sudah begitu rapat memeluk dari ketakutan siang.

Jari yang mencoba memecah kebuntuan.

Dan menyentuh sekali lagi rupa Kekasih, dan melihatnya penuh cinta.

Kesialan ini harus berakhir ! Tanpa titik-titik lagi diakhir kalimatnya.

*buat sahabat Jehan, Bogor, 15 April 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s