Suara Pecinta

Aku terus berbicara latah,

Seperti sabda suci yang berulang,

Serbuan hasrat ini mulai memuncak,

Dan mulai gelagapan,

Sayangnya aku terus saja berbicara,

Tanpa Jeda,

Kapan terakhir Dealova berkata cinta,

Mulut ini terus saja memanggil dia,

Sumpah !

Hasrat ini tak lagi tertahan,

Merasuki fajar dan tidak pulang saat petang.

Bogor, 6 April 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s