Kami, Dosa Penjajah

Penjajah mulai satu persatu menelanjangi tanah ini

Terlihat buas

Terdengar sarkas

Tapi apa yang bisa dilakukan hamba ?

Berusaha menutup mata dari derita

Membungkam mulut dari celotehan tidak berirama

Merantai tangan, kaki, hingga terpasung kepala

Tapi apa yang bisa dilakukan hamba ?

Mengais kembali sisa-sisa jajahan

Dan membiarkannya lapuk melebur dalam tanah

“Bedebah ! Biadab ! ”

Bogor, 12 April 2014

Amarah Malam

Kepulan asap yang berdansa

Menyentuh dinding-dinding kamar dengan leluasa

Bisa dengan cepat lewat dan menabrak apa yang didepan mata

Mulutku mengeluarkannya sekali lagi

Dengan puntung yang bersimpati

Terbakar, dan menumbuhkan fantasi

Aku tidak mau berhenti !

Wajah ini kembali memerah

Begitu kusut sejauh yang bisa diingat

Menghujat semua kehidupan yang ada

Semua sampah !

Ludah pun kembali tertelan bersama amarah

Kepulan asap senang rupanya berimajinasi

Dan semakin menahan bibir ini untuk bertasbih

Ya Tuhan,

Matikan saja aku hari ini !

Bogor, 7 April 2014