Peluh

Aku mengisahkanmu pada beranda-beranda kayu

Tanpa sedikitpun mengingat kisah-kisah haru

Lepaskan peluh

Aku berjalan dan memutuskan berlabuh

Bukan kepada cintamu

Bukan lagi kepada cintamu

Kesekian lagi bukan padamu

Dan ketika suara itu terdengar sayup-sayup

Aku tahu. Engkau tahu. Dan saling menjauh.

Bogor, 20 Februari 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s