PROLOG #2

Perkataan mas Sandi Jumat lalu itu seperti pisau yang menusuk dan coba membuat suatu lesi permanen di memori ku. Yang dengan perlahan meringsuk hingga jauh, dan membuat luka semakin dalam dan berinflamasi karena terus dibiarkan terbuka.

Ya, Jumat malam lalu adalah salah satu perkelahian ku yang paling hebat dengan mas Sandi. Fakta bahwa ternyata mas Sandi tidak mencintaiku, terucap begitu saja seperti mata anak panah yang terlepas dari busur nya. Seperti terencana.

Entah kenapa mas Sandi begitu mudah berkata-kata. Fakta lain lagi bahwa mas Sandi kecewa terhadap diriku, juga turut membuat sesak dada ini. Sedari awal, mas selalu tidak pernah puas dengan apa yang ada pada diriku, secara fisik, pengetahuan, attitude, dan apa pun itu. Sehingga ada hal besar yang aku pertanyakan, “Karena apa kita bersama sekarang ini ?”. Seperti kebiasaannya yang sudah-sudah, dia menjawab “Karena ini pemberian Tuhan, kamu pemberian Tuhan buat aku. Jadi aku harus menjaganya sampai kapan pun”.

Aku lagi-lagi terdiam. Jawaban apapun yang menyangkut “Tuhan” akan membuat aku terdiam. Aku sadar, suasana hati kami berdua sedang kacau. Sangat kacau. Kami berdua ragu, apakah  bisa melanjutkan hubungan ini dengan tanpa cinta. Apakah cukup dengan “menjaga titipan Tuhan”, dapat dijadikan alasan yang tepat.

Aku masih memandangi layar laptop ku seperti dua jam lalu. Pukul 23.00 sekarang ini, sejam lagi aku akan menghadapi hari Jumat lagi. Oh, tidak terasa seminggu sudah aku dan mas Sandi tidak saling tegur sapa.

Dingin. Dingin itu pula yang membuat rasa cecap ku hilang menyeruput teh melati didepanku. Ah, aku hanya telat dua jam menikmati hangat nya teh di malam hari. Ini adalah salah satu brand teh favorit ku. Harganya yang mahal, ikut membuat rasanya tidak biasa. Teh melati dengan aroma lemon dan kayu manis. Sambil melamun, mata ku beralih dari laptop menuju ke teh melati itu, dengan gelagat menyayangkan kenapa teh ini keburu dingin sebelum aku seruput.

Bogor, 21 Januari 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s